top of page
Search

Jika Bisnis Anda Ingin Membuat Video Company Profile, Mulai dari Mana?

  • Apr 18
  • 3 min read


Banyak orang berpikir membuat video company profile itu soal teknis.

Kamera apa yang dipakai, siapa yang shooting, berapa hari produksi.

Padahal kalau kita jujur, semua itu datang belakangan.

Masalah utamanya justru sering ada di awal:“kita mau menceritakan apa?”

Karena pada akhirnya, video company profile bukan sekadar kumpulan footage yang terlihat bagus.Ia adalah cara sebuah bisnis memperkenalkan dirinya—dalam bentuk cerita.

Dan di sinilah banyak bisnis mulai merasa buntu.

Kenapa Storytelling Jadi Kunci?

Kalau kita lihat dari sudut pandang penonton, mereka sebenarnya tidak terlalu peduli dengan detail teknis bisnis kita.

Mereka tidak langsung tertarik pada:

  • kapan perusahaan berdiri

  • berapa jumlah tim

  • seberapa canggih alat yang digunakan

Yang mereka cari adalah sesuatu yang lebih sederhana:

“Apakah saya bisa percaya dengan brand ini?”

Dan kepercayaan itu tidak dibangun dari data,tapi dari cerita yang terasa masuk akal dan relevan.

Langkah Pertama: Memahami Cerita Bisnis Anda Sendiri

Sebelum bicara kamera, kita perlu duduk sebentar dan melihat bisnis kita dari luar.

Coba jawab ini secara jujur:

  • Kenapa bisnis ini ada?

  • Masalah apa yang sebenarnya ingin diselesaikan?

  • Apa yang membuat cara Anda berbeda dari yang lain?

Pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana, tapi jawabannya seringkali tidak langsung jelas.

Karena selama ini kita terlalu dekat dengan bisnis sendiri.

Padahal untuk membuat storytelling yang kuat, kita perlu sedikit “menjauh”dan melihat bisnis kita seperti orang lain melihatnya.

Menentukan Sudut Pandang: Kami atau Nama Brand?

Ini bagian yang sering dianggap kecil, tapi sebenarnya cukup menentukan rasa dari video.

Ada dua pendekatan yang umum digunakan.

1. Sudut Pandang Orang Pertama (“Kami”)

Pendekatan ini terasa lebih personal.

Contohnya:“Kami percaya bahwa setiap brand memiliki cerita yang layak untuk disampaikan…”

Kelebihannya:

  • terasa lebih dekat

  • lebih hangat

  • cocok untuk brand yang ingin membangun koneksi emosional

Biasanya digunakan oleh:

  • bisnis kreatif

  • brand yang ingin tampil human

  • perusahaan yang ingin terlihat approachable

2. Sudut Pandang Orang Ketiga (Nama Brand)

Pendekatan ini lebih formal dan objektif.

Contohnya:“Creative Farm Production adalah production house di Surabaya yang berfokus pada…”

Kelebihannya:

  • terlihat lebih profesional

  • lebih cocok untuk corporate

  • lebih mudah digunakan untuk kebutuhan formal

Biasanya digunakan oleh:

  • perusahaan besar

  • brand yang ingin terlihat solid dan mapan

  • kebutuhan presentasi atau tender

Tidak ada yang benar atau salah.

Yang penting adalah:apakah sudut pandang itu sesuai dengan karakter brand Anda?

Apa yang Harus Di-highlight dalam Storytelling?

Ini bagian paling penting.

Karena tidak semua hal tentang bisnis Anda perlu dimasukkan ke dalam video.

Justru kekuatan storytelling ada pada kemampuan memilih.

1. Masalah yang Anda Selesaikan

Alih-alih langsung bicara tentang diri Anda, mulai dari audiens.

Apa yang mereka hadapi?

Contohnya:

  • kesulitan membangun brand

  • sulit menjelaskan bisnis

  • kurang dipercaya oleh market

Ketika penonton merasa, “ini saya banget,”mereka akan bertahan lebih lama.

2. Cara Anda Bekerja

Bukan hanya hasil akhir, tapi prosesnya.

Bagaimana Anda memahami klien?Bagaimana Anda mengembangkan ide?Apa pendekatan Anda?

Ini penting karena di sinilah kepercayaan mulai terbentuk.

3. Nilai yang Anda Pegang

Apa yang Anda anggap penting dalam bekerja?

Apakah itu:

  • kualitas

  • storytelling

  • kedekatan dengan klien

  • konsistensi

Nilai ini yang membedakan Anda dari kompetitor yang mungkin menawarkan hal serupa.

4. Bukti Nyata

Cerita tanpa bukti terasa kosong.

Masukkan:

  • cuplikan project

  • behind the scene

  • interaksi dengan klien

Ini membuat cerita terasa lebih nyata, bukan sekadar klaim.

5. Arah atau Visi

Tidak harus terlalu besar, tapi cukup jelas.

Ke mana bisnis ini bergerak?Apa yang ingin dicapai?

Ini memberi kesan bahwa brand Anda tidak hanya “jalan”,tapi punya arah.

Mengubah Semua Itu Menjadi Alur Cerita

Setelah semua elemen terkumpul, langkah berikutnya adalah menyusunnya.

Biasanya, alur sederhana seperti ini sudah cukup kuat:

  1. Pembuka – menarik perhatian

  2. Masalah – sesuatu yang relatable

  3. Pendekatan – bagaimana Anda melihat masalah itu

  4. Solusi – apa yang Anda lakukan

  5. Bukti – hasil nyata

  6. Penutup – kesan yang ingin ditinggalkan

Tidak harus rumit.

Yang penting terasa mengalir.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Ada beberapa hal yang cukup sering muncul:

  • Terlalu fokus pada diri sendiri

  • Terlalu banyak informasi, tapi tidak terarah

  • Terlihat bagus, tapi tidak terasa

  • Tidak jelas ingin menyampaikan apa

Dan ini biasanya terjadi karena storytelling tidak dipikirkan sejak awal.

Insight yang Perlu Diingat

Video yang baik bukan yang paling mahal.

Bukan juga yang paling sinematik.

Tapi yang paling jelas dalam menyampaikan pesan.

Karena pada akhirnya, orang tidak mengingat detail shot atau transisi.

Mereka mengingat:

  • bagaimana mereka merasa

  • apakah mereka percaya

  • apakah mereka tertarik untuk melanjutkan

LAST WORD..

Jika bisnis Anda ingin membuat video company profile,mulailah bukan dari produksi, tapi dari pemahaman.

Pahami cerita Anda.Pahami audiens Anda.Dan tentukan bagaimana Anda ingin dilihat.

Karena ketika storytelling sudah kuat,proses produksi hanya menjadi cara untuk mewujudkannya.

Jika Anda ingin mendiskusikan bagaimana menyusun storytelling yang tepat untuk bisnis Anda—bukan hanya dari sisi visual, tapi juga dari sudut pandang strategi—percakapan awal biasanya menjadi langkah paling penting.

Karena dari situlah sebuah video mulai memiliki arah,bukan sekadar bentuk.

 
 
 

Comments


© 2024 Creativefarm Production Jaya Jaya Jaya...!!

bottom of page